bertemankan cahaya malap tak tertulis
dengan deruan angin dingin yang nipis
sangkakala subuh berbunyi nyata
menyeluk liang liang udara
menggema seluruh desa
tidur si pujangga ganggunya tiada
tidurnya mati sesalnya tiada
hanyut begitu saja di mimpi maya
tidur si pujangga diulit mimpi
tidur nyenyak berselimutkan babi
lantas subuh terus pergi
tiada sedar akan pemergian
hilang dikau dari pandangan
membawa lari nikmat yang diberikan
ruginya dikau si pujangga
tenggelam di dalam maya
abai dan lupa seruan oleh-Nya
kehidupan insan malang
menambah dosa bukan sebarang
jadah si iblis menunjuk belang
bangkitlah ubah
hadapi segala susah
insyaAllah neraka tidak terdedah